Bismillah..
Seorang teman bertanya padaku, "Ngapain sih ada nobar syria, bukannya serem ya? Kok malah ditonton bareng-bareng?". Dan aku saat itu, hanya menimpali sekenanya. Geram pada pernyataan di atas.
Beruntunglah, saat itu aku tidak banyak bicara. Takut-takut yang keluar dari lisan, bukan jawaban yang jelas dan terang, tapi sekedar jawab yang membawa emosi diri.
Hm.. begini, ijinkan sekarang aku menjawab pertanyaan di atas:
1. Karena belum banyak yang tahu keadaan saudara kita di Syria sana.
2. Karena hanya itu yang baru bisa kita lakukan, menyebarkan informasi dan berita tentang keadaan mereka.
Karena paling tidak, akan ada hati-hati yang tergerak dan trenyuh (baca: terharu) mendengar, melihat, menyaksikan kondisi saudara kita di syiria. Karena paling tidak, hati-hati yang tergerak itu.. mendoakan mereka di sana.
Ya Rabb.. Lindungi mereka.. Kuatkan mereka.. :'(
*gambar di atas, bukan tumpukan karung beras, melainkan saudara kita yang menjadi korban kekejaman Bashar Al Ashad.. TT
Better Word for Better Life
tak sekedar kata, ia merubah, menginspirasi, mengajak tuk menjadi lebih baik.
Kamis, 31 Mei 2012
A ilaa Humma Allah?
Bismillah..
59. Katakanlah: "Segala puji bagi Allah dan Kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?"
60. atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).
61. atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.
62. atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).
63. atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di dataran dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).
64. atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)?. Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".
Shadaqallahul adzim..
*QS An-Naml [27]
| Reaksi: |
Let's Pray Dhuha!
Bismillah..
Rosulullah
saw bersabda:
"Di
setiap ruas ruas jari seseorang ada kapasitas untuk bersedekah.
Setiap
tasbih adalah sedekah,
setiap
tahmid adalah sedekah,
setiap
tahlil adalah sedekah,
setiap
takbir adalah sedekah,
memerintahkan kebaikan adalah sedekah,
dan
mencegah kemungkaran adalah sedekah,
namun
dua rakaat shalat dhuha yg dilakukan
oleh seseorang menyamai semua itu.”
(HR
Muslim)
*image taken from this
Pagi ini..
saat mentari sudah sepenggalahan naik, maukah kita..? meluangkan waktu sejenak.
Untuk rukuk dan sujud dalam 2 rakaat dhuha. Menunaikan sedekah tiap ruas-ruas
tulang dan sendi kita.
Pagi ini..
dan pagi-pagi selanjutnya, maukah kita..? menyapa dan berjumpa dengan Allah.
Tidak hanya saat ujian dan musibah terhampar di depan mata. Tapi juga, saat
dunia hadir dengan gelimang keindahannya, hingga untuk sekedar meluangkan waktu
sejenak menghadap padanya (baca: sholat dhuha dua rakaat) rasanya amat sulit.
Ya Allah..
Bantu hamba, karena Tiada Daya selain Daya-Mu. Laa haula wala quwwata illa
billah.. Ijinkan kami istiqomah dalam sholat dhuha kami, minimal 2 rakaat
setiap waktu dhuha. Aamiin Ya Sami’..
“Demi waktu matahari sepenggalahan naik,
dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada
(pula) benci kepadamu.
dan Sesungguhnya hari kemudian itu lebih
baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).
dan kelak Tuhanmu pasti memberikan
karunia-Nya kepadamu,
lalu (hati) kamu menjadi puas.
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang
yatim, lalu Dia melindungimu?
dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang
bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.
dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang
kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
sebab itu, terhadap anak yatim janganlah
kamu Berlaku sewenang-wenang.
dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah
kamu menghardiknya.
dan terhadap nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah
kamu siarkan.” (QS Adh-Dhuha [93] : 1-11)
Label:
artikel,
ayatMU,
doa,
motivasiku,
Untuk Sahabat,
untukku,
untukmu ukhti
| Reaksi: |
Birrul Walidain, Why Should?
-muhasabah diri-
Kenapa harus birrul walidain (baca: berbakti kepada orang tua)?
Tidakkah cukup perintah Allah sebagai
jawabannya?
Cek QS Luqman 14
“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tua ibu bapaknya....”
An Nisa:
36
“....Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak”
dan Al Isra: 23-24.
“....dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya.......”
Bahkan, Rasulullah juga memerintahkannya,
seperti dalam hadist yang mungkin sudah sering kita dengar, lihat, baca:
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata “Seseorang datang menghadap Rasulullah saw dan bertanya, ‘Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik?’ Rasulullah menjab, ‘Ibumu.’ Dia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Rasulullah menjawab, ‘Kemudian ibumu.’ Dia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Rasullah saw menjawab,‘Kemudian ibumu.’ Dia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Rasulullah menjawab lagi, ‘Kemudian Ayahmu.’” (HR Muslim)
Juga hadist yang satu ini,
Dari Abdullah Bin Mas’ud ra berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Amalan apakah yang dicintai oleh Allah?’ Beliau menjawab, ‘Shalat pada waktunya.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab, ‘Berbakti kepada orang tua’. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’” (HR Al Bukhari dan Muslim)
Para Ulama juga sepakat akan hal itu,
Berkata Ibnu Hazm ra, “Birrul walidain adalah fardhu (wajib bagi masing-masing individu).” Beliau berkata dalam kitab Al-Adabul Kubra, berkata Al Qadhi Iyyad, ”Birrul walidain adalah waib pada selain perkara yang haram.” (Ghidza’ul Albab I/382)
·Terakhir.. Karena mereka dalah orang tua kita.
Karena
mereka adalah orang tua kita, maka masihkah pertanyaan itu terbesit? Masihkah
kita bertanya tentang alasan kita harus birrul walidain? Padahal dengan guru
yang mengajar kita, dokter yang merawat kita.. kita patuh pada perintah mereka.
Maka pada orang tua kita, ibu yang melahirkan kita, ayah yang mencari nafkah
untuk keluarga, mereka yang merawat dan mendidik kita sejak kecil dengan penuh
kasih sayang.. Apakah berlebihan, jika kita harus menaati mereka, orang tua
kita?
Maka saat tanya di atas sudah terjawab (baca: pertanyaan mengapa
harus birrul walidain), tunggu apa lagi..?
“dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqman [31] : 14)
Selamat berlibur^^ Selamat ber-birrul walidain J
*disarikan dari buku Bunda, Maafkan Aku karya Burhan Sodiq
Label:
artikel,
ayatMU,
doa,
motivasiku,
Untuk Sahabat,
untukku,
untukmu ukhti
| Reaksi: |
Sabtu, 26 Mei 2012
Patience when Denied
Bismilah..
Ini tentang IP dan jurusan. Tanpa bermaksud untuk bersuudzon (baca: berburuk sangka) kepada Allah... kuserahkan semuanya padaMu Ya Rabb..
Sungguh, jika tidak kusandarkan hati padaMu.. maka yang hadir adalah kegelisahan tak menentu, ketakutan tak beralasan dan perasaan tak mengenakkan di sini (baca: di hati).
Well, apapun hasilnya..
aku percaya.. Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambaNya. Maka semua akan indah pada waktunya.
Ini tentang IP dan jurusan. Tanpa bermaksud untuk bersuudzon (baca: berburuk sangka) kepada Allah... kuserahkan semuanya padaMu Ya Rabb..
Sungguh, jika tidak kusandarkan hati padaMu.. maka yang hadir adalah kegelisahan tak menentu, ketakutan tak beralasan dan perasaan tak mengenakkan di sini (baca: di hati).
Well, apapun hasilnya..
aku percaya.. Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambaNya. Maka semua akan indah pada waktunya.
“Allah, has the perfect timing: never early, never late. It takes a little patience & it takes a lot of faith. But it’s worth the wait.”
Label:
_strange feeling inside_,
doa,
hati,
kata sifat,
mimpi,
motivasiku,
pilihan,
untukku
| Reaksi: |
Jangan Ragu!
Bismillah..
Untukmu.. yang masih ragu untuk mengenakan hijab (baca:
jilbab/kerudung).
Saudariku, apakah tidak sampai kepadamu, perintah Allah
untuk berhijab?
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu...” (QS Al-Ahzab: 59)
Saudariku, bukankah sudah jelas firman Allah di atas? Lalu mengapa
kau belum mantap?
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki Mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan Mukminah, apabila Allah dan RasulNya telah menerapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS Al Ahzab: 36)
Sudahkah kau meminta hidayah padaNya?
“Dan orang-orang yang meminta petunjuk, Allah (akan) menambah petunjuk pada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.” (QS Muhammad: 17)
Atau sudahkah kau sendiri berusaha mencarinya?
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’d : 11)
Saudariku, apakah kau ragu untuk berhijab karena takut tak
laku? Bukankah Allah telah berjanji pada kita?
”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).” (QS An-Nur : 26)
Saudariku, apakah kau siap menghadapnya dengan keadaan belum
berhijab?
“Tiap jiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada Hari Kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.” (QS Ali Imran : 185)
Maka saudariku, apa lagi yang membuatmu meragu? Wallahu'alam.
*disarikan dari buku Saudariku Apa yang Menghalangimu Berhijab? karya Syaikh Abdul Hamid al-Bilali dengan perubahan seperlunya.
Label:
artikel,
ayatMU,
hijab,
pilihan,
unik,
Untuk Sahabat,
untukmu ukhti
| Reaksi: |
Jumat, 25 Mei 2012
Kita Di Sini - Mereka Di Sana
Kita di
sini, berdendang dan tertawa. Lepas, seolah tanpa beban. Kebahagiaan ini? Tak
inginkah kita bagi?
Kita di
sini, besenda gurau dan tersenyum. Lupa. Lupa bahwa di sana.. ada saudara kita
yang merintih sakit. Menangis menahan pilu dan sayatan luka. Lupa. Benarkah
lupa? Atau melupakan?
Kita di sini, duduk-duduk
santai, sembari bercerita tentang penatnya hari. Mengeluh pada hari yang tak
pernah sempurna. Padahal di sana, ada saudara kita yang ditindas, namun keluh
tak keluar dari lisannya. Padahal di sana, mereka tak bisa lagi sekedar merasa
aman. Teror demi teror menghadang, seolah tinggal menunggu giliran, untuk
terkapar di jalanan dengan badan berlumur darah.
Kita di sini, masih kah hanya bungkam? Padahal di sana,
kejahatan kemanusiaan merajalela. Pembunuhan terjadi di tiap jam, menit, bahkan
mungkin detik.
Kita di
sini, masih kah hanya bungkam? Pura-pura tak tahu, pura-pura tak peduli.
Padahal di sana? Mereka berhak untuk sekedar mendapat kepedulian dari kita,
minimal doa kita. Masihkah kita akan bungkam? Diam saja. Jalani hari seperti
biasa. Masih dengan tawa dan senda gurau. Acuh. Siapa mereka bagi kita??
Kita di
sini, tak adakah yang bisa kita lakukan? Selain bersantai-santai, dan
mengalihkan perhatian setiap kita temui berita tentang mereka. Tak adakah yang
bisa kita lakukan? Selain tutup telinga dan tutup mata, pada mereka di sana..
yang dibantai tanpa ampun hanya karena masih beriman pada Rabb Semesta Alam,
Allah swt.
Kita di
sini, masih tak tergerakkah hati?
-untuk
kita, yang hatinya berkarat oleh cinta dunia.
-untuk
kitayang lupa, mereka (saudara kira) bukan membutuhkan bantuan kita, tetapi
mereka BERHAK mendapatkan bantuan kita.
Bismillah.. Semoga Allah memberi hidayah
kepada kita, agar hati ini tergerak untuk mengetahui, peduli, lalu bertindak
atas apa-apa yang terjadi pada saudara kita, di Palestina, Syria, dan di
penjuru bumi.
Mungkin kita bosan melihat, menonton, membaca
atau mendengar berita penindasan dan penyiksaan yang menimpa saudara kita.
Hingga kita sering dengan sengaja memalingkan wajah, mengganti channel, dan
tindakkan-tindakkan sejenis, untuk memastikan kita tidak perlu tahu berita
tersebut.
Ah.. padahal itu berita tentang saudara kita.
Ya, saudara kita. Saudara seiman yang wajahnya belum kita kenal, tapi hatinya
dekat dengan kita. Saudara kita. Apakah kosakata saudara masih asing di benak
kita?
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu
bersaudara,...” (49:10)
Jikapun iya, kata saudara masih tetap asing di
teringa kita. Apakah kita lantas acuh saja, melihat kejahatan kemanusiaan
terjadi di Syria dan Palestina?
Apa-apa yang terjadi pada mereka di sana,
seharusnya mengetuk sisi kemanusiaan kita.
Di Syria contohnya,
Bagaimana hati tidak
terketuk? Pada mereka, anak-anak
yang dicabuti kuku-kuku didepan orangtua2 mereka, seraya dikata-katai: "jika
kalian tidak bisa memberikan keturunan yg bagus, ayo datangkan istri-istri
kalian biar kami setubuhi”
Bagaimana
hati tidak terketuk? Pada mereka
yang saluran airnya dimasukkan racun.
Bagaimana
hati tidak terketuk? Pada mereka yang perkampungannya
di bom.
Bagaimana
hati tidak terketuk? Pada mereka, gadis 8 tahun dan
wanita yang diperkosa, kemudian tubuhnya di cincang dan di
panggang.
Bagaimana
hati tidak terketuk? Pada mereka, para wanita yang dicabut bulu
kemaluannya di depan suaminya, hingga suami gila tak tahan dihinakan.
Bagaimana hati tidak
terketuk? Pada mereka, para pemuda yang di tembaki,
dipotong tubuhnya kemudian diletakan di depan rumah keluarganya,
lantas dimintai ongkos peluru
Bagaimana
hati tidak terketuk? Pada mereka, para tahanan yang kehausan, disuruh mangap,
lalu mulutnya dikencingi.
Bagaimana
hati tidak terketuk? Pada Al-Quran,
dibolongin dg dicolok-colok dengan rokok. Pada Al Qur’an yang dijadikan
target latihan nembak tentara.
Bagaimana
hati tidak terketuk? Pada mereka
yang ketika disiksa berteriak "Allahu Akbar", lalu dibentak dengan
perkataan "Rabbmu sudah lama mati”
Bagaimana
hati tidak terketuk?
Tidak cukupkah informasi di atas untuk
mengetuk dan menggetarkan hati kita?
-.-
Lalu apa yang bisa kita lakukan? Pedulilah!
Doakan mereka.. berikan donasi.. sebarkan informasi ini. Agar semakin banyak
hati-hati yang tergerak untuk membantu mereka.
Coz, they need DESERVE our help.
Kita memang di sini, dan mereka memang di
sana. Tapi jarak ini, tak akan menghalangi cinta kita untuk sampai ke mereka.
Teruntuk saudara seimanku di sana, ‘ana
uhibbuki fillah’. Tetaplah berpegang teguh pada Islam. Semoga Allah
mempertemukan kita di JannahNya. Aamiin.
Wallahu’alam bishowab.
Label:
artikel,
hati,
islam,
kata ganti,
motivasiku,
puisi,
roket stei,
umat,
untukku
| Reaksi: |
Langganan:
Entri (Atom)







